Tips melakukan Panning
1) Panning memerlukan tangan yang stabil, dan juga tentu shutter speed lambat - Shutter speed yang diperlukan sebenarnya sangat tergantung pada kecepatan subyek itu sendiri, tetapi pada umumnya bisa pada kecepatan 1/200 atau lebih lambat. Gunakan 1/200 jika subyek bergerak cukup cepat, seperti pada mobil yang ngebut, atau di sirkuit balap, atau juga bisa bahkan menggunakan 1/40 detik pada orang yang sedang jogging.
2) Ingatlah bahwa semakin cepat shutter speed maka akan lebih mudah menghasilkan subyek yang tajam dan terfokus - ketika mempelajari teknik panning, hendaknya jangan menggunakan shutter speed yang terlampau lambat, gunakan sampai dirasa cukup lambat untuk menunjukkan sedikit pergerakan.
3) Pastikan subyek tetap pada porsi frame yang sama pada saat memotret. Hal ini bisa memastikan subyek tetap tajam
4) Ingat juga bahwa semakin cepat subyek bergerak maka semakin sulit teknik panning dilakukan.Point ini berhubungan dengan no:3 dimana sulit untuk menjaga subyek tetap berada pada porsi yang sama di dalam frame pada saat memotret, jika subyek bergerak lebih cepat dari kemampuan kalian mengikutinya dengan kamera. Jadi untuk latihan, carilah subyek yang bergerak sedikit lambat, dan kemudian carilah subyek lain yang memiliki gerakan lebih cepat.
The Photograph
Jumat, 05 Desember 2014
Kamis, 04 Desember 2014
Tips Fotografi Potrait
1. Fotolah mereka di tempat yang membuat mereka nyaman. Pernah mencoba memotret kakek anda di studio foto? canggung bukan. Sekali waktu cobalah foto mereka di lingkungan kerja mereka, misal di rumah saat membaca koran, dikantor saat bekerja. Foto portrait anak-anak adalah contoh termudah adalah pada saat mereka sedang bermain dengan mainan favoritnya, disaat mata mereka terlihat ceria, potretlah.
2. Fotolah Anak-anak dari ketinggian yang sama dengan mata mereka. Jongkoklah dan buat Lensa sejajar dengan mata mereka, baru ambil foto mereka. Baca juga tips memotret anak-anak.
3. Maksimalkan pencahayaan dari jendela. Tidak masalah jika kita tidak memiliki flash eksternal atau lighting yang canggih, jutsru kita bisa memaksimalkan pencahayaan alami, gunakan cahaya yang melewati jendela anda. Posisikan obyek foto disamping jendela sehingga cahaya dari jendela menerpa wajah darri arah samping, bukan tegak lurus ke wajah.
4. Hindari penggunaan on-camera flash. On camera flash adalah flash bawaan yang menempel dikamera anda. Karena cahaya yang keluar dari flash ini arahnya tegak lurus dengan wajah maka pencahayaan akan bersifat keras dan datar yang bukannya memperindah wajah obyek foto justru membuatnya terlihat keras.
5. Overexpose foto dengan sengaja. Dengan sengaja menaikkan eksposure kamera untuk memotret wajah membuat wajah terlihat lebih putih, bersih dan terkesan modern. Kalau anda amati foto-foto wajah di majalah cenderung memakai teknik ini. Teknik overexpose ini juga sering disebut high key.
6. Ajak bicara Objek foto.dengan mengajak bicara si obyek foto,kita memecahkan ketegangan dan membuat wajah mereka lemas, syukur-syukur bisa membuat mereka tersenyum lepas. Anda bisa menanyakan hal-hal standar meskipun garing.
7. Kalau obyek fotonya benar-benar pemalu, kasih pasangannya. Seringkali kita bertemu obyek foto yang benar-benar tidak tahu pencitraan, begitu lensa mengarah ke wajah mendadak mereka mati gaya. Kasih mereka teman, bisa sahabatnya, pacarnya, istrinya atau anaknya.
8. Ketahui tujuan pemotretan. Pastikan kita tahu buat apa foto itu nantinya. Jika digunakan untuk membuat foto profil facebook, gunakan orientasi vertikal. Jika anda memotret untuk undangan pernikahan usahakan dalam orientasi landscape (horisontal) sesuai orientasi undangannya.
Tips Foto Levitasi Menggunakan HP
Berikut ini adalah tips membuat foto levitasi dengan kamera handphone:
- Lakukan foto levitasi di luar ruangan dengan cahaya matahari langsung.
- Kunci fokus sebelum model melompat (jika ada fitur lock fokus).
- Hafalkan Shutter Lag (jeda antara saat memencet shutter dengan foto benar-benar terambil). Shutter Lag tiap kamera berbeda.
- Sebaiknya mengambil objek di tempat yang terkena matahari langsung. Hal ini karena tidak ada bayangan, levitasi jadi kurang terlihat. Cahaya kurang akan menyebabkan hasil foto kabur.
- Dengan mengambil objek di tempat terkena sinar matahari langsung akan ada bayang yang memperlihatkan efek model tinggi melayang. Hasil tajam (freeze motion) karena high shutter speed didapat.
Natural Light Fotografi
INTENSITAS CAHAYA
Cahaya langsung yang kuat bisa terasa sangat keras, Sobat bisa menemukan karakter cahaya ini pada hari-hari yang cerah. Cahaya yang keras memperjelas kontras antara cahaya dan bayangan dan bisa terlihat sangat tidak menarik. Sobat akan mendapati subyek yang memiliki bayangan gelap disekitar kantung mata ketika memotret dibawah cahaya matahari yang keras, dan hal ini bisa menyebabkan wajah subyek terlihat lelah
Kontras akan menjadi rendah dan cahaya terlihat lebih menarik ketika memotret dengan cahaya yang kurang intens dan menyebar. Ada beberapa caya yang bisa sobat lakukan untuk mengurangi intensitas serta menyebarkan cahaya ketika matahari bersinar terlalu terang diatas kepala:
Carilah semacam cover atau penutup. Teduhan bisa menjadi difusser yang bagus. Cobalah memotret subye dibawah naungan atau teduhan beranda, teras rumah, atau dibawah bayangan pohon yang besar. ketika memotret ditempat teduh Pastikan subyek ternaungi secara merata, jika ada sedikit saja cahaya matahari yang menembus dan menyinari wajah maka tentu akan mengurangi tampilan foto.
Tidak menemukan tempat teduh? Sobat bisa menggunakan kain transparan yang lebar. Tempatkan kain transparan tersebut diantara subyek dan sumber cahaya. Langit yang berawan bagus membentuk natural light yang bagus untuk fotografi portrait, karena awan yang menutupi cahaya matahari bisa berperan sebagai diffuser. Sobat pada hari yang berawan/mendung mungkin akan perlu untuk menggunakan teknik fill flash agar detail wajah pada subyek masih bisa menonjol dalam foto.
Jika Sobat memotret di dalam ruangan dan menggunakan cahaya matahari yang melewati jendela sebagai sumber cahaya, maka tempatkan subyek sedikit menjauh dari jendela untuk mengurangi intensitas cahaya. Sobat juga bisa menggunakan tirai jendela atau kain transparan diantara subyek dan jendela sebagai difusser.
Kontras akan menjadi rendah dan cahaya terlihat lebih menarik ketika memotret dengan cahaya yang kurang intens dan menyebar. Ada beberapa caya yang bisa sobat lakukan untuk mengurangi intensitas serta menyebarkan cahaya ketika matahari bersinar terlalu terang diatas kepala:
Carilah semacam cover atau penutup. Teduhan bisa menjadi difusser yang bagus. Cobalah memotret subye dibawah naungan atau teduhan beranda, teras rumah, atau dibawah bayangan pohon yang besar. ketika memotret ditempat teduh Pastikan subyek ternaungi secara merata, jika ada sedikit saja cahaya matahari yang menembus dan menyinari wajah maka tentu akan mengurangi tampilan foto.
Tidak menemukan tempat teduh? Sobat bisa menggunakan kain transparan yang lebar. Tempatkan kain transparan tersebut diantara subyek dan sumber cahaya. Langit yang berawan bagus membentuk natural light yang bagus untuk fotografi portrait, karena awan yang menutupi cahaya matahari bisa berperan sebagai diffuser. Sobat pada hari yang berawan/mendung mungkin akan perlu untuk menggunakan teknik fill flash agar detail wajah pada subyek masih bisa menonjol dalam foto.
Jika Sobat memotret di dalam ruangan dan menggunakan cahaya matahari yang melewati jendela sebagai sumber cahaya, maka tempatkan subyek sedikit menjauh dari jendela untuk mengurangi intensitas cahaya. Sobat juga bisa menggunakan tirai jendela atau kain transparan diantara subyek dan jendela sebagai difusser.
WARNA CAHAYA
Beberapa cahaya bisa dikatakan "dingin" dan memiliki warna kebiru-biruan, dan beberapa cahaya hangat serta memiliki warna emas. Mata kita secara alami bisa beradaptasi dengan perubahan warna tersebut agar warna terlihat sama ketika dalam kondisi beragam pencahayaan, tetapi tidak pada kamera, oleh karena itu pengaturan white balance dirasa sangat penting. Ketika bekerja dengan natural light atau cahaya alami Sobat bisa menggunakan pengaturan white balance sesuai dengan jenis pencahayaan yang ada seperti sunny, shade atau cloudy, dan lain-lain.
Pengaturan white balance ini mungkin tidak selalu memberikan hasil warna foto yang benar. Warna obyek yang manjadi media pantulan cahaya juga akan mempengaruhi warna cahaya. Jika warna foto tidak benar bisa menyebabkan warna kulit subyek terlihat seperti sakit. Pengaturan white balance terbaik pada kamera adalah custom white balance. Selalu simpan grey card di tas kamera kalian, sehingga Sobat bisa mengatur custom white balance kapan saja saat memotret.
Pengaturan white balance ini mungkin tidak selalu memberikan hasil warna foto yang benar. Warna obyek yang manjadi media pantulan cahaya juga akan mempengaruhi warna cahaya. Jika warna foto tidak benar bisa menyebabkan warna kulit subyek terlihat seperti sakit. Pengaturan white balance terbaik pada kamera adalah custom white balance. Selalu simpan grey card di tas kamera kalian, sehingga Sobat bisa mengatur custom white balance kapan saja saat memotret.
ARAH CAHAYA
Mengetahui dari mana arah cahaya akan membantu kalian dalam memposisikan subyek guna mendapatkan foto terbaik. Mungkin banyak asumsi bahwa posisi terbaik adalah menempatkan subyek menghadap langsung cahaya matahari yang terang agar bagian wajah bisa diterangi, tapi ini bukanlah pilihan yang selalu baik. Subyek yang menghadap matahari secara langsung matanya akan cenderung akan menyipit karena silau. Hal ini juga akan menyebabkan bayangan disekitar kantung mata yang menyebabkan wajah subyek tampak lelah.
Teknik Panning
Foto panning adalah foto dari sebuah objek bergerak dengan latar belakang blur. Sederhananya Anda sebagai fotografer akan memotret sembari mengikuti arah gerakan objek kemudian Anda juga perlu mengeset blur background. Yang perlu Anda catat dalam membuat foto panning adalah kesabaran, dan control manual yang tepat. Dan untuk membuat foto panning yang menarik berikut adalah beberapa teknik dasarnya. Hindari penggunaan tripod Disini kamera akan bergerak mengikuti gerak objek. Jadi tripod justru akan membuat gerakan menjadi kaku dan tidak fleksibel.
Anda bisa beralih dengan monopod sekedar untuk membantu Anda menyangga kamera yang berat dan besar. Ini juga baik untuk meredam getar dan gerak. Set kamera lambat Set shutter speed pada 1/30 atau 1/8 untuk menurunkan rana. Karena semakin tinggi shutterspeed, maka detail dari back ground akan semakin jelas.
Disini Anda mengharapkan hasil background yang blur. Set ISO rendah ISO yang rendah juga membantu menurunkan rana. Serta mengurangi daya tangkap kamera akan detil. Atur set bergerak Atur AF mode ke AF-C untuk Nikon atau AI-servo untuk Canon, mode ini cocok untuk fungsi mengikuti sebuah subyek foto yang terus berpindah posisi. Pilih Objek kontras Pada saat memilih objek, sebaiknya cari objek bergerak dengan warna yang cerah dan kontras. Terutama kontras terhadap backgroundnya.
Pilihlah juga objek dengan detil jelas, bukan detil yang rumit dan kecil, karena bisa jadi tidak terlihat jelas pada hasil foto nantinya. Tekan separuh tombol release Pada saat Anda membidik objek, Anda perlu menekan separuh tombol release untuk mendapatkan fokus yang tepat sembari Anda mengikuti gerakan objek.
Cari momentum Ketika objek sudah dalam bidikan, hanya ada dua hal yang perlu Anda camkan. Pertama adalah sabar dan kedua adalah peka. Temukan momentum yang tepat, jangan buru-buru dan jangan lengah. Anda boleh coba membuat foto panning Anda sendiri. Yang jelas ini adalah teknik yang membutuhkan latihan. Jadi Anda perlu tekun dan sabar, selamat berlatih.
Teknik Tilt Shift (Teknik Foto Efek Miniatur)
Kalau anda menyukai photografi, setidaknya anda pasti pernah mendengar istilah ini.
Tilt Shift merupakan sebuah teknik photography yang menggunakan lensa khusus dimana Lensa ini dikembangkan untuk memperbaiki perspektif dan mengatasi distorsi dengan cara mengubah sudut lensa terhadap media (film atau sensor). Nikon mulai mengembangkan lensa yang dapat digeser (shift) pada tahun 1960, sedangkan lensa yang bisa digeser dan ditekuk (tilt-shift) dikembangkan oleh Canon pada 1979. Sejak itu Nikon & Canon menyediakan beberapa seri lensa tilt-shift untuk berbagai keperluan. Salah satu efek yang paling nyata dari penggunaan lensa tilt-shift adalah menyempitnya ruang tajam (DoF – Depth of Field) Dengan perkembangan teknologi digital, dalam batasan tertentu distorsi ini bisa diperbaiki melalui olah digital. Tilt-Shift Photography kemudian berkembang menjadi sebuah seni untuk me-miniaturisasi, membuat foto dari benda-benda nyata tampak seperti model mini dengan memanfaatkan efek penyempitan DoF, menaikkan saturasi dan penyesuaian kurva.
Singkat kata teknik tilt shift adalah adalah teknik dalam fotografi yang dapat membuat dunia kita yang besar terlihat seperti satu set mainan miniatur kecil.
Singkat kata teknik tilt shift adalah adalah teknik dalam fotografi yang dapat membuat dunia kita yang besar terlihat seperti satu set mainan miniatur kecil.
Untuk mendapatkan foto dengan teknik ini ada 2 cara, yaitu dengan lensa khusus atau dengan photo editor seperti Photoshop. Untuk lensa khusus tilt shift kira-kira seperti ini penampakannya


berikut ini adalah contoh foto-foto unik hasil teknik tilt shift :
Pengertian Depth Of Field
Depth Of Field dipengaruhi oleh 3 hal yaitu :
Jarak fokus utama dari kamera
- Lebar ruang tajam berbanding lurus dengan kuadrat jarak objek. Jika kita mengubah jarak antara kamera dengan objek sebesar 3x (lebih jauh - dengan menggeser kamera mundur dari posisi semula) maka lebar ruang tajam akan menjadi 9x lebar semula.
Bukaan diafragma
- Lebar ruang tajam berbanding lurus dengan diafragma. Contoh: jika diafragma dinaikkan 2 stop dari f/8 ke f/16, maka lebar ruang tajam akan menjadi 2x lebar semula.
"atau bahasa mudahnya semakin besar angka f maka bukaan diafragma semakin sempit dan ruang tajam semakin lebar"
Panjang fokus lensa yang digunakan
- Lebar ruang tajam berbanding terbalik dari kuadrat panjang fokus. Dengan kata lain, lebar ruang tajam akan menjadi 4x lebar semula jika kita mengubah lensa dari 100mm ke 50mm (panjang fokus lensa setengah dari semula).
"atau bahasa mudahnya semakin panjang fokalnya maka ruang tajam semakin sempit,dan makin pendek fokal makan ruang tajam makin luas"
Langganan:
Komentar (Atom)

